Wednesday, December 07, 2005

Kucing Botak atau Alopecia

Alopecia ini dapat disebabkan oleh :
1.Neurologic/behavioral - obsessive compulsive disorder,
2.Endocrine-sex hormone alopecia, hyperthyroidism, hyperadrenocorticism, diabetes mellitus,
3.Immunologic-allergic dermatitis, alopecia areata,
4.Parasitic-demodicosis, dermatophytosis,
5.Physiologic-sebaceous adenitis, neoplastic-paraneoplastic dermatitis, squamous cell carcinoma in situ, epidermotropic lymphoma,
6.Idiopathic/inherited-alopecia universalis, hypotrichosis, spontaneous pinnal alopecia, anagen and telogen defluxion
Ini adalah keadaan yang dapat menyebabkan kucing menjadi botak (alopecia) :

Endocrine Alopecia/Sex Hormone
1.Rarely a hormonal abnormality
2.Rare hormonal cases-primarily castrated males; alopecia along the caudal aspect of the hindlimbs, which may extend along the perineum

Obsessive Compulsive Disorder
1.Often misdiagnosed as endocrine
2.The pattern of alopecia is frequently symmetrical with no associated inflammation.

Allergic Dermatitis
1.Varies from mild partial alopecia with little inflammation to severe excoriation and ulceration
2.Distribution-varied; often the head and neck region are most severely affected.
3.Food allergy and inhalant/percutaneous causes

Hyperthyroidism
1.Partial to complete alopecia from self-barbering
2.Varied pattern
3.Middle-aged to old cats
4.Often mistaken for allergic dermatoses, obsessive compulsive disorder, or hormonal

Diabetes Mellitus
1.Partial alopecia with an unkempt hair coat
2.Poor wound healing
3.Increased susceptibility to infections
4.Cutaneous xanthomatosis secondary to hyperlipidemia (nodular to linear, yellow-pink alopecic plaques that tend to ulcerate)

Hyperadrenocorticism
1.Rare; characterized by alopecia and extreme fragility of the skin
2.Truncal alopecia, with or without a rattail and a curling of the pinnal tips
3.Extreme skin fragility noted in approximately 70%
4.Occurs secondary to pituitary or adrenal tumors
5.Iatrogenic form less common in cats than in dogs

Paraneoplastic Alopecia
1.Most cases associated with pancreatic exocrine adenocarcinomas
2.Middle-aged to old cats (9-16 years)
3.Acute onset
4.Progresses rapidly
5.Bilaterally symmetrical, ventrally distributed (also located along the bridge of the nose and periocular)
6.Hair epilates in clumps
7.Rare pruritus
8.Erythema with dry fissuring footpads
9.Glistening appearance to the alopecic skin
10.Skin is thin and hypotonic.
11.Rapid weight loss

Sebaceous Adenitis
1.Slowly progressive partial alopecia associated with scaling along the dorsum of the body and the extremities
2.Sebaceous glands are selectively destroyed by toxic intermediate metabolites or immunologic mechanisms.
3.Possible dramatic pigment accumulation along the eyelid margins
4.Questionable association with systemic disease (e.g., inflammatory bowel disease, lupus-like syndromes, upper respiratory tract infections)

Squamous Cell Carcinoma In Situ
1.Multicentric premalignant dermatosis in old cats
2.Slightly elevated, plaque-like or papillated lesions with scaling and partially alopecic surfaces
3.Often misdiagnosed as seborrhea
4.About 25% may convert to squamous cell carcinoma with in situ lesions along the borders (histologically).

Epidermotrophic Lymphoma
1.Early stages-varying degrees of alopecia associated with scaling and erythema
2.Later stages-plaques and nodules
3.Old cats

Alopecia Areata
1.Rare, complete alopecia in a patchy distribution with no inflammation

Alopecia Universalis (Sphinx Cat)
1.Hereditary
2.Complete absence of primary hairs; decreased secondary hairs
3.Thickened epidermis; normal dermis
4.Sebaceous and apocrine ducts open directly onto the skin surface; oily feel to skin
5.Wrinkled foreheads; gold eyes; no whiskers; downy fur on paws, tip of tail, and scrotum

Feline Hypotrichosis
1.Siamese and Devon Rex cats (autosomal recessive alopecia)
2.Poorly developed primary telogen hair follicles
3.Born with a normal coat; thin and sparse by young adult

Spontaneous Pinnal Alopecia
1.Siamese cats predisposed
2.May represent form of alopecia areata or pattern baldness

Anagen and Telogen Defluxion
1.Acute loss of hair owing to interference with the growth cycle
2.Causes-stress, infection, endocrine disorder, metabolic disorder, fever, surgery, anesthesia, pregnancy, drug therapy

Demodicosis
1.Rare; unlike dogs
2.Partial to complete multifocal alopecia of the eyelids, periocular region, head, and neck
3.Variable pruritus with erythema, scale, and crust, and ceruminous otitis externa
4.Demodex cati (elongated shape) often associated with metabolic disease (e.g., FIV, systemic lupus erythematosus, diabetes mellitus)
5.Unnamed short/blunted Demodex mite is rarely a marker for metabolic disease, this form may be transferable from cat to cat and has been associated with pruritus

Dermatophytosis
1.Numerous clinical manifestations; always associated with alopecia of some degree

Normally para Vets akan melakukan cara-cara ini untuk memperkuatkan diagnosa mereka seperti :
1.Skin biopsy
2.Skin scraping
3.Fungal culture
4.T-shirts to prove self-trauma
5.Food elimination trials
6.Intradermal skin testing


Treatment
1.Therapy is limited for many of these disorders.
2.Behavioral modification or application of a T-shirt may help prevent self-barbering.
3.Removal of an offending dietary item may alleviate the symptoms of food allergy.
3.If the cat is compliant, shampoo and topical therapy may help secondary problems, such as hyperkeratosis in sebaceous adenitis, crusting in demodicosis, secondary bacterial infections, and malodor for greasy conditions.

Pengubatan yang biasanya diberikan oleh para Vets adalah :
1.Obsessive compulsive disorder-amitriptyline (10 mg/cat/day for a 21-day trial)
2.Endocrine alopecia (males)-testosterone supplementation
3.Allergic dermatitis-antihistamines, diet, corticosteroids, hyposensitization vaccine
4.Hyperthyroidism-oral medications such as methimazole (tapazole) or radioactive iodine therapy
5.Diabetes mellitus-regulation of glucose levels (insulin)
6.Hyperadrenocorticism-surgery; no known effective medical therapy
7.Paraneoplastic alopecia-no therapy; often fatal
8.Epidermotropic lymphoma-retinoids (isotretinoin), corticosteroids, interferon
9.Sebaceous adenitis-retinoids, corticosteroids
10.Squamous cell carcinoma in situ-surgical excision, retinoids (topical and oral)
11.Alopecia areata-no therapy; possibly counterirritants
12.Demodicosis-lime sulfur dips at weekly intervals for 4-6 dips; Mitaban and ivermectin have been tried with variable success (dose and frequency of application are questionable)
13.Dermatophytosis-griseofulvin (CAUTION: idiosyncratic toxicity), ketoconazole, itraconazole (pilihan terbaik)


Nah, dari semua ini, apakah Vets tersebut sudah melakukan cara-cara untuk memperkuatkan diagnose mereka ??? Coz penyebab alopecia itu memang banyak dan pengubatan untuk kucing botak itu harus sesuai dengan diagnose dari Vet..
Ini saja yang dapat saya sampaikan...

__________________
Thanx,
@ kcniv a.k.a krayzie kcniv
from kitten websites

Tuesday, December 06, 2005

Penyakit Kucing Yang Menulari Manusia

FUNGAL INFECTION
Ringworm

BACTERIAL INFECTIONS
Feline conjunctivitis
Persistent streptococcal
Pasteurella
Salmonella
Cat Scratch Disease (Cat Scratch Fever, Bartonellosis)
Helicobacter pylori
Tuberculosis

PROTOZOAL DISEASES
Toxoplasmosis

VIRUSES
Rotaviruses
Rabies
Feline Leukaemia (FeLV)
Feline Immunodeficiency Virus (FIV, Feline AIDS)
Chlamydia and Psittacosis
Pox
Coronaviruses
Asian Bird Flu - Terjadi di Thailand

PRION DISEASE
Feline Spongiform Encephalitis

EXTERNAL PARASITES - such as fleas and ticks

@kcniv from kitten websites

Thursday, December 01, 2005

Perawatan Kucing


Bagi para pemula, tentunya akan merasa bingung atau belum tahu hal-hal umum apa saja yang perlu diperhatikan / dilakukan dalam perawatan kucing kesayangan, oleh karena itu bila anda belum tahu sebaiknya menyimak informasi dibahwah ini untuk mengetahui hal apa saja yang secara umum perlu diperhatikan, diantaranya :

1. Kebersihan Lingkungan

2. Perawatan Tubuh Kucing

3. Makanan Kucing

4. Vaksin


Kebersihan Lingkungan

Kebersihan lingkungan dimanapun harus menjadi bagian utama dari kehidupan manusia, oleh karena kita ingin hidup berdampingan dengan kucing kesayangan, maka hewan peliharaan tersebut juga harus memiliki tempat yang cukup bersih, diantaranya kita perlu menyediakan tempat buang kotoran bagi sikucing.

Kotoran kucing yang berupa air kencing dan tinja, harus ditangani dengan baik agar tidak menjadi masalah, baik itu sebagai sumber bau maupun penyakit.

Sediakanlah wadah (dari plastik) yang tingginya dan besarnya cukup untuk menampung satu ekor kucing dewasa. Isi dengan zeolit sampai kira 1/4 dari tinggi wadah. Biasakan / latih kucing untuk membuang kotorannya di tempat tersebut. Agar kucing anda terbiasa, biasakan kucing anda sejak masih kecil. ( Sesegera mungkin kotoran padat dibuang dari tempat ini, dan satu hari sekali gantilah zeolit tersebut dan cucilah tempat tersebut kemudian ganti isi ulang dengan zeolit yang bersih )

Selain itu, ruangan / kandang kucing tersebut harus sering dibersihkan juga dengan cara mengelap atau mencuci kandang dengan bahan-bahan anti kuman.


Perawatan Tubuh Kucing

Perawatan tubuh kucing tidak report seperti apa yang anda bayangkan, akan tetapi beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah cara :

· Memandikan Kucing

· Penyisiran Bulu kucing

· Pembersihan kotoran sekitar Mata dan Telinga

Kucing yang anda pelihara sebaiknya dimandikan dua minggu sekali, mengapa demikian karena walaupun pada dasarnya kucing suka memandikan dirinya sendiri dengan cara menjilat jilati tubuhnya akan tetapi akan lebih bersih jika kita memandikan kucing tersebut dengan shampho khusus kucing agar kebersihannya lebih sempurna. Usahakan memandikannya dengan tidak mengenai daerah muka. Setelah dimandikan, keringkan sampai agak kering dengan handuk, dan lalu dijemur di bawah sinar matahari sampai hampir kering atau kengeringkan bulu dengan menggunakan hair dryer sambil disisiri. Jika kucing terlihat ada gejala ketakutan karena penggunaan hair dryer, sebaiknya segera hentikan dan keringkan dengan handuk kering saja dan dijemur secukupnya agar tidak kepanasan.

Penyisiran atau penyikatan bulu kucing harus dilakukan setiap hari untuk mencegah bulunya menjadi kusut dan kusam, akan tetapi bila yang dimiliki adalah kucing berbulu pendek maka anda dapat melakukan hal ini cukup dua kali dalam seminggu.

Langkah langkah yang dilakukan dalam hal penyisiran untuk kucing berbulu panjang adalah sebagai berikut :

1. Berilah bedak pada bulu kucing secara merata karena bedak ini akan mengatasi kekusutan bilamana melakukan penyisiran dan gunakan bedak khusus untuk kucing. Selain itu pemberian bedak ini dapat mempercantik keindahan bulu kucing.

2. Lepaskan simpul-simpul yang menjadi hambatan dalam penyisiran dengan hati-hati dan lembut agar tidak menyakiti badan sikucing, bilamana pelepasan bulu yang kusut tersebut sulit dilakukan dengan cara biasa maka gunakan alat bantu seperti gunting untuk menggunting simpul tersebut agar membuka simpul atau memotong bagian yang tidak bisa dirapikan lagi.

3. Gunakan sisir bergigi lembut untuk menyikat searah pertumbuhan bulu ( Kearah atas ), sehingga hal ini dapat mengangkat bulu-bulu yang mati / rontok

4. Gunakan sisir tipis untuk menyisir bulu-bulu tersebut kearah kebalikan dari cara no.3 untuk merapikan kembali bulu-bulu tersebut.

5. Untuk bagian kaki bawah, gunakan sikat yang kecil dan lembut seperti halnya sikat gigi, untuk melakukan pembersihan pada bagian tersebut. dan lakukan penyikatan satu arah kebawah saja agar bulu bulu pada bagian tersebut terurai rapih.

Satu hal lagi yang tidak boleh dilupakan adalah membersihkan bagian muka adalah daerah sekitar mata dan sekitar mulut / pipi. Untuk daerah mata, bersihkanlah cairan yang keluar dari mata agar mata kucing selalu bersih dan terhindar dari penyakit mata seperti belekan. Cara membersihkannya adalah dengan membasahi kapas dengan boorwater atau air hangat, dan bersihkanlah daerah mata tersebut. Untuk daerah sekitar mulut / pipi kucing, gunakanlah sikat yang lembut dan kecil ( Bisa menggunakan sikat gigi yang lembut) untuk membersihkan kotoran atau sisa sisa makanan yang melekat pada bagian tersebut.

Daerah telinga bagian dalam adalah salah satu bagian dari tubuh kucing yang perlu mendapatkan perhatian, untuk membersihkan daerah telinga bagian dalam ini dapat dengan menggunakan cotton buds. Lebih baik lagi dengan menggunakan cairan pembersih khusus kuping kucing.

Perawatan kucing yang tidak kalah pentingnya adalah menghidari hewan peliharan tersebut dari berbagi kutu, karena kutu dapat mengganggu kesehatan dan ketenangan kucing, oleh karena itu sangat disarankan bila memandikan kucing gunakan shampo yang mengandung zat pembasmi kutu.

Selain kutu ada juga yang memanggangu kesehatan kucing, yaitu jamur. Bila kucing anda mengidap jamur, selain akan terasa gatal-gatal maka bulu kucing tersebut akan rontok. Oleh karena itu hindarilah serangan jamur tersebut atau segera obati bilamana kucing anda terindikasi mengidap penyakit jamuran.


Makanan Kucing

Makanan yang diberikan kepada kucing sebaiknya merupakan makanan yang khusus diperuntukkan untuk kucing yang memenuhi kebutuhan gizi lengkap bagi sikucing. Kucing dapat diberikan makanan berupa ikan ataupun daging. Pemberian daging (khususnya daging sapi) adalah penting untuk kesehatan kucing, terutama terhadap pertumbuhan bulu akan tetapi perlu di ingat pemberian daging mentah akan merupakan satu penyebab hewan peliharaan anda terjangkit penyakit toxoplasma, walaupun tidak pasti begitu sebaiknya dihindari.

Pemberian makanan kalengan, baik itu yang keringan atau yang basah merupakan hal praktis yang dapat dilakukan, tetapi yang perlu diingat adalah kebutuhan gizi dan nutrisi yang lengkap harus menjadi pilihan utama.

Waktu pemberian makan haruslah ditentukan dengan baik, biasanya dilakukan dua sampai tiga kali dalam sehari. Pemberian makanan yang terlalu sering atau kebanyakan dapat menyebabkan kucing muntah atau kelebihan berat badan. Makanan yang diberikan diusahakan agar selalu dapat dihabiskan oleh kucing pada saat kita memberikan makanan tersebut.

Minuman yang diberikan haruslah minuman bersih yang telah matang. Minuman sebaiknya selalu ada dalam jumlah yang cukup dan selalu tersedia di dalam wadah minum kucing.

Pemberian air susu untuk kucing merupakan hal yang cukup disarankan, akan tetapi perhatikan jenis susu yang diberikan haruslah khusus, agar kucing tersbut tidak mencret.


Vaksin

Sangatlah bijak untuk mencegah penyakit dari pada mengobati penyakit. Oleh karena itu ada baiknya kucing-kucing yang anda miliki untuk diberi vaksinasi yang rutin untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus.

Yang paling berbahaya apabila kita mengabaikan kesehatan hewan adalah adanya penyakit yang bisa menular pada manusia.

Untuk detail dari macam vaksin apa saja yang harus diberikan pada kucing anda, serta bagaimana cara pengulangan vaksin tersebut ada baiknya anda konsultasikan dengan dokter hewan anda.

@kitada cattery